Definition List

May 6, 2014

MAKALAH MANAJEMEN KURIKULUM




MAKALAH
MANAJEMEN KURIKULUM
Dosen Pengampu :
Dr. Hj. A. SULISTYORINI, M. Ag.
STIT LOGO ijo copy













Oleh :
ANIK NURUS SANIYAH
HENI KUSTANTO
SUGENG
UMA AZIFATUL



SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH AL-MUSLIHUUN
TLOGO-KANIGORO-BLITAR
2012/2013



KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmatNya yang telah dilimpahkan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ manajemen kurikulum” yang merupakan salah satu tugas mata kuliah manajemen lembaga pendidikan islam.
Dalam menyelesaikan makalah ini, penulis telah mendapat banyak bantuan dan masukan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada :
1.       Ibu Dr. Hj. A. Sulistyorini, M.Ag. selaku dosen mata kuliah  Lembaga Pendidikan Islam yang telah memberikan tugas yang bermanfaat bagi penulis di kemudian hari.
2.       Pihak – pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah turut membantu sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik dalam waktu yang tepat.
Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, namun demikian telah memberikan manfaat bagi penulis. Akhir kata penulis berharap makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Kritik dan saran yang bersifat membangun akan penulis terima dengan senang hati.


Blitar, 25 Februari 2013



Penulis

















BAB I
PENDAHULUAN
A.     LATAR BELAKANG

Sekolah merupakan salah satu institusi sosial yang memiliki strategi dalam membina kepribadian anak. Di sekolah akan terjadi proses transformasi kebudayaan kepada anak. Tentunya proses transformsi tersebut berlangsung sesuai kurikulum yang berisikan berbagai bidang ilmu pengetahuan dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.

Kurikulum merupakan inti dari bidang pendidikan dan memiliki pengaruh terhadap seluruh kegiatan pendidikan. Mengingat pentingnya kurikulum dalam pendidikan dan kehidupan manusia, maka kurikulum tidak dapat di buat sembarangan. Penyusunan kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat, yang didasarkan pada hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. Apabila penyusunan kurikulum tidak mempunyai landasan yang kuat maka akan dapat berakibat buruk terhadap pendidikan. Sebaliknya ketika penyusunan kurikulum tersebut mempunyai landasan yang kuat maka pendidikan akan berjalan sesuai dengan visi dan misi suatu lembaga.

Dari sedikit penjelasan di atas maka kami akan mencoba membahas mengenai namanajemen kurikulum pada lembaga pendidikan islam.

B.     RUMUSAN MASALAH
Dari uraian latar belakang di atas maka rumusan maalah dari makalah ini adalah :
1.      Apa yang dimaksud dengan manajemen kurikulum?
2.      Bagaimana manajemen  kurikulum pendidikan islam?

C.     TUJUAN
Dari beberapa rumusan masalah diatas maka tujuan dari makalah ini adalah :
1.      Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan manajemen kurikulum.
2.      Untuk mengetahui manajemen kurikulum dalam lembaga pendidikan islam.















BAB II
PEMBAHASAN

A.     MANAJEMEN KURIKULUM
1.      Pengertian Manajemen Kurikulum
Management secar umum yaitu mengurusi, manajemen adalah kegiatan seseorang dalam mengatur organisasi, lembaga, atau sekolah yang bersifat manusia atau non manusia, sehingga tujuan organisasi, lembaga atau sekolah dapat tercapai secara efektif dan efisien. [1] Kurikulum berasal dari bahasa yunani kuno curir dan curere. Curir artinya pelari dan curere artinya tempat brpacu. Jadi curriculum diartikan jarak yang harus ditempuh oleh pelari. Dari makna yang terkandung berdasarkan rumusan kata tersebut, kurikulum dalam pendidikan diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan anak didik untuk memperoleh ijazah.[2]
Dalam kosa kata arab, istilah kurikulum dikenal dengan istilah manhaj, yakni jalan yang terang, atau jalan terang yang dilalui manusia dalam bidang kehidupannya. Dalam konteks pendidikan, kurikulum berarti jalan terang yang dilalui oleh pendidik/ guru peserta didik untuk menggabungkan pengetahuan, keterampilan dan sikapsertanilai-nilai.[3]
J.Galen dan William M.Alexander dalam bukunya curriculum planning for batter teaching and learning, seperti yang dikutip oleh Moh. Yamin, memberikan definisi kurikulum sebagai “The sum total of school’s to influence learning, wheter in the classroom, on the playground or out of school.” Maka dalam konteks ini, segala usaha sekolah guna mempengaruhi peserta didik untuk belajar di dalam kelas, di halaman sekolah, atau di luar sekolah disebut sabagai kurikulum, termasuk dalam hal ini adalah kegiatan ekstrakulikuler.
Dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 19, kurikulum didefinisikan sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.[4]
Prof. I.P. Simanjutak mengkaji kurikulum dari beberapa aspek, yakni :
1.      Kurikulum berkenaan dengan fungsi. Pada garis besarnya, suatu kurikulum diperuntukan bagi warga negara (calon warga negara), calon anggota/pembentuk keluarga yang baru, calon anggota masyarakat, calon anggota profesi, dan sebagainya.
2.      Kurikulum itu disediakan untuk siapa? Pertanyaan ini berkenaan dengan siapa yang akan mendapat dan mengikuti kegiatan-kegiatan kurikulum tersebut. Jadi secara langsung berkenaan dengan siswa atau anak didik. Karena itu kurikulum harus mempertimbangkan aspek pwekwmbangan, kemampuan, intelejensi, kebutuhan, minat dan permasalahan yang dihadapi siswa. Implikasinya, isi kurikulum atau bahan pelajaran harus bersumber dan sesuai dengan lingkungan anak tersebut.
3.      Kurikulum itu diberikan untuk membantu menjadi apa?. Pertanyaan ini berkaitan dengan tujuan kurikulum. Secara khusus perlu dipertanyakan apakah kurikulum itu ditujukan untuk mempersiapkan anak melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi, atau mempersiapkan anak ke lapangan kerja yang tersedia dalam masyarakat, atau kedua-duanya.
4.      Hal-hal apa saja yang harus tercakup dalam kurikulum? Pertanyaan ini berkenaan dengan isi kurikulum. Isi kurikulum senantiasa disusun dalam entuk program pengajaran bidang studi.
5.      Bagaimana melksanakan kurikulum? Pertanyaan ini berkaitan dengan metodologi pengajaran. Masalah ini erat pertaliannya dengan tujuan yang hendak dicapai, anak yang belajar, guru yang mengajar, bahan pelajaran, alat bantu pengajaran.
6.      Bagaimana cara mengetahui hasil kurikulum itu? Pertanyaan ini berkaitan dengan sistem evaluasi. Di samping evaluasi hasil belajar juga dikembangkan prosedur evaluasi kurikulum program pendidikan.[5]

2.      Pengertian Kurikulum Pendidikan Islam
Kurikulum Pendidikan Islam adalah suatu proses penataan atau pengelolaan lembaga pendidikan islam yang melibatkan sumber daya manusia muslim dan non manusia muslim dan non manusia alam menggerakkannya untuk mencapai tujun pendidikan islam secara efektif.[6]
Kurikulum pendidikan agama islam adalah bahan-bahan pendidikan agama islam berupa kegiatan, pengetahuan dan pengalaman yang dengan sengaja dan sistematis diberikan kepada siswa dalam rangka mencapai tujuan pendidikan Agama Islam. Kurikulum pendidikan agama islam merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan agama islam. Adapun cakupan materi pendidikan agama islam materi pendidikan agama islam adalah : Al-Qur’an dan hadits, keimanan, akhlak, fiqih/ibadah dan sejarah. Atau dengan kata lain, cakupan pendidikan agama islam adanya keserasian, keserasian dan keseimbangan hubungan manusia dengan Alloh, diri sendiri, sesama manusia, makhluk lainnya maupun lingkungannya. Sedangkan esensi pendidikan agama islam adalah mendidik siswa untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai atau akhlak islam dan mendidik siswa untuk mempelajari materi ajaran islam.[7]
                                                                                              

3.      Komponen-komponen kurikulum
a.       Komponen tujuan
Kurikulum suatu sekolah mempunyai dua tujuan yaitu :
1.      Tujuan yang ingin dicapai sekolah secara menyeluruh
2.      Tujuan yang ingin dicapai dalam setiap bidang studi
b.      Komponen materi (isi dan materi program)
Isi kurikulum (dalam pembelajaran KBK) berisi: pencapaian target yang jelas, materi standar, dan prosedur pelksanaan pembelajaran. Struktur program (yang berlaku saat ini) program pendidikannya terdiri dari program inti, lokal, ekstrakurikuler, dan kepribadian.
c.       Komponen strategi
Strategi pelaksanaan suatu kurikulum tergambar dari cara yang ditempuh di dalam melaksanakan pengajaran, cara dalam mengadakan penilaian, cara dalam memelaksanakan bimbingan dan penyuluhan, dan car mengatur kegiatan sekolah secara keseluruhan.
d.      Komponen evaluasi
Penilaian terhadap kurikulum dimaksud sebagai feedback terhadap tujuan, materi, metode, sarana, dalam rangka membina dan mengembangkan kurikulum lebih lanjut.

4.      Kurikulum sekolah islam
Menurut Mastuhu konsep model pendidikan islam yang diharapkan menjadi orientasi dan landasan dalam kurikulum lembaga pendidikan islam yaitu :[8]
1.      Dasar pendidikan, harus mendasarkan pada “teosentris” dengan menjadikan “antroposentris” sebagai bagian esensial dari konsep teosentris.
2.      Tujun pendidikan, pembangunan kehidupan duniawi bukan menjadi tujuan final, tetapi tujuan finalnya adalah kehidupan ukhrawi.
3.      Konsep manusia, pendidikan islam memandang manusia mempunyai fitrah yang harus dikembangkan.
4.      Nilai, berorientasi pada iptek sebagai kebenaran relatif dan imtaq sebagai kebenaran yang mutlak.
5.      Pendektan dan metodologi
a.       Mengembangkn potensi anak didik dan memanfaatkannya secara optimal
b.      Mengembangkan metode rsional dan empiris
c.       Materi ajaran (nash) harus diberikan secara doktrin, deduktif
d.      Memberikn bekal dan landasan yang kuat sampai dengan tingkat menengah atas
6.      Materi ajar, memadukan aspek tradisional dn modern sesuai dengan sifat, corak dan kepribadiannya.
7.      Pendidik memiliki tiga hal, yaitu:
1.      Memiliki komitmen tinggi, mengabdi, dan merasakan pendidikan sebagai panggilan tugas.
2.      Profesional lengkap dengan kepekaan misi dan ketajaman visi serta kecanggihan metodologi.
3.      Memiliki penghasilan yang cukup agar benar-benar memiliki tanggalan 30 hari dalam sebulannya.
8.      Out put : lulusan diharap dapat memiliki :
a.       Learning ability lebih lanjut
b.      Kegemaran belajar
c.       Mampu tampil beda, baru dan bernilai tambah
d.      Memiliki tiga kemampuan yang merupakan satu kesatuan, amanah dan arif, intelegensi tinggi dan komprehensif, profesional.
e.       Mampu memikir dan mengembangkan iptek dalam perspektif imtaq dan menguraikan imtaq dalam bahasa iptek.
   
5.      Manajemen dan program pengajaran pendidikan islam
Manajemen kurikulum dan program pengajaran pendidikan islam mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian kurikulum. Perencanaan dan pengembangan kurikulum pendididikan islam pada umumnya telah dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional pada tingkat pusat dan Depag. Karena itu level sekolah islam yang paling penting adalah bgaimana merealisasikan dn menyesuaikan kurikulum tersebut dengan kegitan pembelajaran. Disamping itu, sekolah islam juga bertugas dan berwenang untuk mengembangkan kurikulum muatan lokal sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan setempat. Manajer sekolah islam diharapkan dapat membimbing dan mengarahkan pengembangan kurikulum dan program pengajaran serta melambangkan program sekolah islam, manajer hendaknya tidak membatasi diri pada pendidikan dalam arti sempit, ia harus menghubungkan program-program sekolah islam  dengan seluruh kehidupan peserta didik dan kebutuhan lingkungan. Kepala sekolah merupkan manajer di sekolah. Ia harus bertanggung jawab terhadap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian perubahan atau perbaikan program pengajaran disekolah. Untuk kepentingan tersebut, sedikitnya terdapat empat langkah yang harus dilakukan, yaitu menilai kesesuaian program yang ada dengan tuntutan kebudayaan dan kebutuhan murid, meningkatkan perencanaan program, memilih dan melaksanakan program, serta menilai perubahan program. [9]









BAB III
KESIMPULAN

Pengertian Manajemen Kurikulum
Manajemen adalah proses kegiatan seseorang dalam mengatur organisasi, lembaga, atau sekolah yang bersifat manusia atau non manusia, sehingga tujuan organisasi, lembaga atau sekolah dapat tercapai secara efektif dan efisien
kurikulum didefinisikan sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu

Komponen-komponen kurikulum
a.       Komponen tujuan
b.      Komponen materi (isi dan materi program)
c.       Komponen strategi
d.      Komponen evaluasi

Manajemen dan program pengajaran pendidikan islam
Manajemen kurikulum dan program pengajaran pendidikan islam mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian kurikulum.


[1] Sulistyorini, M.Pd. Manajemen Pendidikan Islam (yogyakarta: penerbit teras, 2009), hlm.11
[2] Sri Minarti, Manajemen Sekolah (Jogjakarta : Ar-Ruzz Media, 2011), hlm 89
[3] Sulistyorini, M.Pd. Manajemen Pendidikan Islam (yogyakarta: penerbit teras, 2009), hlm. 39.
[4] Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS.
[5] Prof. dr. oemar hamalik, Manajemen Pengembangan Kurikulum (Bandung : Remaja Rosdakarya, 2006), hlm. 12.
[6] Sulistyorini, M,Pd. Manajemen Pendidikan Islam ( Jogjakarta : Penerbit teras, 2009), hlm. 14.
[7] Ibid, hlm.42.
[8] Sulistyorini, M,Pd. Manajemen Pendidikan Islam ( Jogjakarta : Penerbit teras, 2009), hlm. 44
[9] Sulistyorini, M,Pd. Manajemen Pendidikan Islam ( Jogjakarta : Penerbit teras, 2009), hlm. 59

0 comments:

Post a Comment