MAKALAH
MANAJEMEN KURIKULUM
Dosen
Pengampu :
Dr.
Hj. A. SULISTYORINI, M. Ag.

Oleh :
ANIK NURUS SANIYAH
HENI KUSTANTO
SUGENG
UMA AZIFATUL
SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH AL-MUSLIHUUN
TLOGO-KANIGORO-BLITAR
2012/2013
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa atas rahmatNya yang telah dilimpahkan kepada penulis
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ manajemen
kurikulum” yang merupakan salah satu tugas mata kuliah manajemen lembaga
pendidikan islam.
Dalam menyelesaikan makalah ini, penulis telah
mendapat banyak bantuan dan masukan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam
kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada :
1. Ibu Dr. Hj. A. Sulistyorini, M.Ag.
selaku dosen mata kuliah Lembaga
Pendidikan Islam yang telah memberikan tugas yang bermanfaat bagi penulis di
kemudian hari.
2. Pihak – pihak yang tidak dapat penulis
sebutkan satu persatu yang telah turut membantu sehingga makalah ini dapat
terselesaikan dengan baik dalam waktu yang tepat.
Penulis
menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, namun
demikian telah memberikan manfaat bagi penulis. Akhir kata penulis berharap
makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Kritik dan saran yang bersifat
membangun akan penulis terima dengan senang hati.
Blitar,
25 Februari 2013
Penulis
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Sekolah merupakan salah satu institusi
sosial yang memiliki strategi dalam membina kepribadian anak. Di sekolah akan
terjadi proses transformasi kebudayaan kepada anak. Tentunya proses transformsi
tersebut berlangsung sesuai kurikulum yang berisikan berbagai bidang ilmu
pengetahuan dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.
Kurikulum merupakan inti dari bidang
pendidikan dan memiliki pengaruh terhadap seluruh kegiatan pendidikan.
Mengingat pentingnya kurikulum dalam pendidikan dan kehidupan manusia, maka
kurikulum tidak dapat di buat sembarangan. Penyusunan kurikulum membutuhkan
landasan-landasan yang kuat, yang didasarkan pada hasil-hasil pemikiran dan
penelitian yang mendalam. Apabila penyusunan kurikulum tidak mempunyai landasan
yang kuat maka akan dapat berakibat buruk terhadap pendidikan. Sebaliknya
ketika penyusunan kurikulum tersebut mempunyai landasan yang kuat maka
pendidikan akan berjalan sesuai dengan visi dan misi suatu lembaga.
Dari sedikit penjelasan di atas maka
kami akan mencoba membahas mengenai namanajemen kurikulum pada lembaga
pendidikan islam.
B.
RUMUSAN MASALAH
Dari
uraian latar belakang di atas maka rumusan maalah dari makalah ini adalah :
1.
Apa
yang dimaksud dengan manajemen kurikulum?
2.
Bagaimana
manajemen kurikulum pendidikan islam?
C.
TUJUAN
Dari
beberapa rumusan masalah diatas maka tujuan dari makalah ini adalah :
1.
Untuk
mengetahui apa yang dimaksud dengan manajemen kurikulum.
2.
Untuk mengetahui manajemen
kurikulum dalam
lembaga pendidikan islam.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
MANAJEMEN KURIKULUM
1. Pengertian
Manajemen Kurikulum
Management secar
umum yaitu mengurusi, manajemen adalah kegiatan seseorang dalam mengatur
organisasi, lembaga, atau sekolah yang bersifat manusia atau non manusia,
sehingga tujuan organisasi, lembaga atau sekolah dapat tercapai secara efektif
dan efisien. [1]
Kurikulum berasal dari bahasa yunani kuno curir
dan curere. Curir
artinya pelari dan curere artinya
tempat brpacu. Jadi curriculum
diartikan jarak yang harus ditempuh oleh pelari. Dari makna yang terkandung
berdasarkan rumusan kata tersebut, kurikulum dalam pendidikan diartikan sebagai
sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan anak didik untuk
memperoleh ijazah.[2]
Dalam
kosa kata arab, istilah kurikulum dikenal dengan istilah manhaj, yakni jalan
yang terang, atau jalan terang yang dilalui manusia dalam bidang kehidupannya.
Dalam konteks pendidikan, kurikulum berarti jalan terang yang dilalui oleh
pendidik/ guru peserta didik untuk menggabungkan pengetahuan, keterampilan dan
sikapsertanilai-nilai.[3]
J.Galen
dan William M.Alexander dalam bukunya curriculum
planning for batter teaching and
learning, seperti yang dikutip oleh Moh. Yamin, memberikan definisi
kurikulum sebagai “The sum total of
school’s to influence learning, wheter in the classroom, on the playground or
out of school.” Maka dalam konteks ini, segala usaha sekolah guna
mempengaruhi peserta didik untuk belajar di dalam kelas, di halaman sekolah,
atau di luar sekolah disebut sabagai kurikulum, termasuk dalam hal ini adalah
kegiatan ekstrakulikuler.
Dalam
Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat
19, kurikulum didefinisikan sebagai seperangkat rencana dan pengaturan
mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai
pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu.[4]
Prof.
I.P. Simanjutak mengkaji kurikulum dari beberapa aspek, yakni :
1.
Kurikulum
berkenaan dengan fungsi. Pada garis besarnya, suatu kurikulum diperuntukan bagi
warga negara (calon warga negara), calon anggota/pembentuk keluarga yang baru,
calon anggota masyarakat, calon anggota profesi, dan sebagainya.
2.
Kurikulum
itu disediakan untuk siapa? Pertanyaan ini berkenaan dengan siapa yang akan
mendapat dan mengikuti kegiatan-kegiatan kurikulum tersebut. Jadi secara
langsung berkenaan dengan siswa atau anak didik. Karena itu kurikulum harus
mempertimbangkan aspek pwekwmbangan, kemampuan, intelejensi, kebutuhan, minat
dan permasalahan yang dihadapi siswa. Implikasinya, isi kurikulum atau bahan
pelajaran harus bersumber dan sesuai dengan lingkungan anak tersebut.
3.
Kurikulum
itu diberikan untuk membantu menjadi apa?. Pertanyaan ini berkaitan dengan
tujuan kurikulum. Secara khusus perlu dipertanyakan apakah kurikulum itu
ditujukan untuk mempersiapkan anak melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi,
atau mempersiapkan anak ke lapangan kerja yang tersedia dalam masyarakat, atau
kedua-duanya.
4.
Hal-hal
apa saja yang harus tercakup dalam kurikulum? Pertanyaan ini berkenaan dengan
isi kurikulum. Isi kurikulum senantiasa disusun dalam entuk program pengajaran
bidang studi.
5.
Bagaimana
melksanakan kurikulum? Pertanyaan ini berkaitan dengan metodologi pengajaran.
Masalah ini erat pertaliannya dengan tujuan yang hendak dicapai, anak yang
belajar, guru yang mengajar, bahan pelajaran, alat bantu pengajaran.
6.
Bagaimana
cara mengetahui hasil kurikulum itu? Pertanyaan ini berkaitan dengan sistem
evaluasi. Di samping evaluasi hasil belajar juga dikembangkan prosedur evaluasi
kurikulum program pendidikan.[5]
2.
Pengertian
Kurikulum Pendidikan Islam
Kurikulum Pendidikan Islam
adalah suatu proses penataan atau pengelolaan lembaga pendidikan islam yang
melibatkan sumber daya manusia muslim dan non manusia muslim dan non manusia
alam menggerakkannya untuk mencapai tujun pendidikan islam secara efektif.[6]
Kurikulum
pendidikan agama islam adalah bahan-bahan pendidikan agama islam berupa
kegiatan, pengetahuan dan pengalaman yang dengan sengaja dan sistematis
diberikan kepada siswa dalam rangka mencapai tujuan pendidikan Agama Islam.
Kurikulum pendidikan agama islam merupakan alat untuk mencapai tujuan
pendidikan agama islam. Adapun cakupan materi pendidikan agama islam materi
pendidikan agama islam adalah : Al-Qur’an dan hadits, keimanan, akhlak,
fiqih/ibadah dan sejarah. Atau dengan kata lain, cakupan pendidikan agama islam
adanya keserasian, keserasian dan keseimbangan hubungan manusia dengan Alloh,
diri sendiri, sesama manusia, makhluk lainnya maupun lingkungannya. Sedangkan
esensi pendidikan agama islam adalah mendidik siswa untuk berperilaku sesuai
dengan nilai-nilai atau akhlak islam dan mendidik siswa untuk mempelajari
materi ajaran islam.[7]
3.
Komponen-komponen kurikulum
a.
Komponen tujuan
Kurikulum
suatu sekolah mempunyai dua tujuan yaitu :
1.
Tujuan yang ingin dicapai sekolah secara menyeluruh
2.
Tujuan yang ingin dicapai dalam setiap bidang studi
b.
Komponen materi (isi dan materi program)
Isi
kurikulum (dalam pembelajaran KBK) berisi: pencapaian target yang jelas, materi
standar, dan prosedur pelksanaan pembelajaran. Struktur program (yang berlaku
saat ini) program pendidikannya terdiri dari program inti, lokal,
ekstrakurikuler, dan kepribadian.
c.
Komponen strategi
Strategi
pelaksanaan suatu kurikulum tergambar dari cara yang ditempuh di dalam
melaksanakan pengajaran, cara dalam mengadakan penilaian, cara dalam
memelaksanakan bimbingan dan penyuluhan, dan car mengatur kegiatan sekolah
secara keseluruhan.
d.
Komponen evaluasi
Penilaian
terhadap kurikulum dimaksud sebagai feedback terhadap tujuan, materi,
metode, sarana, dalam rangka membina dan mengembangkan kurikulum lebih lanjut.
4. Kurikulum sekolah islam
Menurut Mastuhu konsep model pendidikan islam yang diharapkan
menjadi orientasi dan landasan dalam kurikulum lembaga pendidikan islam yaitu :[8]
1.
Dasar pendidikan, harus mendasarkan pada “teosentris” dengan
menjadikan “antroposentris” sebagai bagian esensial dari konsep
teosentris.
2.
Tujun pendidikan, pembangunan kehidupan duniawi bukan menjadi tujuan final,
tetapi tujuan finalnya adalah kehidupan ukhrawi.
3.
Konsep manusia, pendidikan islam memandang manusia mempunyai fitrah yang
harus dikembangkan.
4.
Nilai, berorientasi pada iptek sebagai kebenaran relatif dan imtaq sebagai
kebenaran yang mutlak.
5.
Pendektan dan metodologi
a.
Mengembangkn potensi anak didik dan memanfaatkannya secara optimal
b.
Mengembangkan metode rsional dan empiris
c.
Materi ajaran (nash) harus diberikan secara doktrin, deduktif
d.
Memberikn bekal dan landasan yang kuat sampai dengan tingkat menengah atas
6.
Materi ajar, memadukan aspek tradisional dn modern sesuai dengan sifat,
corak dan kepribadiannya.
7.
Pendidik memiliki tiga hal, yaitu:
1.
Memiliki komitmen tinggi, mengabdi, dan merasakan pendidikan sebagai
panggilan tugas.
2.
Profesional lengkap dengan kepekaan misi dan ketajaman visi serta
kecanggihan metodologi.
3.
Memiliki penghasilan yang cukup agar benar-benar memiliki tanggalan 30 hari
dalam sebulannya.
8.
Out put : lulusan diharap dapat memiliki :
a. Learning ability lebih lanjut
b. Kegemaran belajar
c. Mampu tampil beda, baru dan bernilai tambah
d. Memiliki tiga kemampuan yang merupakan satu kesatuan, amanah
dan arif, intelegensi tinggi dan komprehensif, profesional.
e. Mampu memikir dan mengembangkan iptek dalam perspektif
imtaq dan menguraikan imtaq dalam bahasa iptek.
5. Manajemen dan program pengajaran pendidikan islam
Manajemen
kurikulum dan program pengajaran pendidikan islam mencakup kegiatan perencanaan,
pelaksanaan, dan penilaian kurikulum. Perencanaan dan pengembangan kurikulum
pendididikan islam pada umumnya telah dilakukan oleh Departemen Pendidikan
Nasional pada tingkat pusat dan Depag. Karena itu level sekolah islam yang
paling penting adalah bgaimana merealisasikan dn menyesuaikan kurikulum
tersebut dengan kegitan pembelajaran. Disamping itu, sekolah islam juga
bertugas dan berwenang untuk mengembangkan kurikulum muatan lokal sesuai dengan
kebutuhan masyarakat dan lingkungan setempat. Manajer sekolah islam diharapkan
dapat membimbing dan mengarahkan pengembangan kurikulum dan program pengajaran
serta melambangkan program sekolah islam, manajer hendaknya tidak membatasi
diri pada pendidikan dalam arti sempit, ia harus menghubungkan program-program
sekolah islam dengan seluruh kehidupan
peserta didik dan kebutuhan lingkungan. Kepala sekolah merupkan manajer di
sekolah. Ia harus bertanggung jawab terhadap perencanaan, pelaksanaan, dan
penilaian perubahan atau perbaikan program pengajaran disekolah. Untuk
kepentingan tersebut, sedikitnya terdapat empat langkah yang harus dilakukan,
yaitu menilai kesesuaian program yang ada dengan tuntutan kebudayaan dan
kebutuhan murid, meningkatkan perencanaan program, memilih dan melaksanakan
program, serta menilai perubahan program. [9]
BAB III
KESIMPULAN
Pengertian Manajemen Kurikulum
Manajemen adalah proses kegiatan seseorang dalam mengatur
organisasi, lembaga, atau sekolah yang bersifat manusia atau non manusia,
sehingga tujuan organisasi, lembaga atau sekolah dapat tercapai secara efektif
dan efisien
kurikulum
didefinisikan sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi
dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu
Komponen-komponen kurikulum
a.
Komponen tujuan
b.
Komponen materi (isi dan materi program)
c.
Komponen strategi
d.
Komponen evaluasi
Manajemen dan program pengajaran pendidikan islam
Manajemen kurikulum dan program pengajaran pendidikan
islam mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian kurikulum.






0 comments:
Post a Comment