Definition List

May 6, 2014

MAKALAH FILSAFAT UMUM




MAKALAH FILSAFAT UMUM
Untuk memenuhi tugas uian susulan mata kuliyah Filsafat Umum
Dosen pengampu: Drs. H. Socheh, M.H



Nama Mahasiswa                     : IFTITAKHUL MUHLASIN
NIM                                         : 2007.4.21.01.2303
NIMKO                                   : 2007.4.021.0001.1.01649
Semester                                   : VIII



SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH AL MUSLIHUUN TLOGO BLITAR 2013


KATA PENGAANTAR
Makalah ini disusun untuk membantu memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Filsafat Umum,dan juga mudah-mudahan dapat membantu para mahasiswa program strata-1 (S.1) Parodi MPI Sekolah Tinggi Agama Islam-Muhammadiyah (STAI-M) Garut.
Dengan menggunakan kata ’’ Filsafat’’ kami bermaksud menunjuk ’’ tabiat ’’ dalam penyusunan dan penguraian tentang filsafat umum.Filsafat adalah pikiran manusia yang radikal artinya yang dengan mengesampingkan pendirian –pendirian dan pendapat-pendapat yang diterima saja,mencoba memperlihatkan pandangan yang merupakan akar dari lain-lain pandangan dan sikap yang praktis.Jika filsfat misalnya berbicara tentang masyarakat,hukum,sosiologi,kesusilaan dan sebagainya disitu pandangan tidak diarahkan ke sebab-sebab yang terdekat melainkan ke ’’mengapa,? untuk apa,? Bagaimana?’’,yang terakhir sepanjang kemungkinan yang ada pada budi manusia berdasarkan kekuatannya.
Dengan menyusun makalah yang amat sederhana ini ,kami selalu insyaf akan segala kekurangan dan kesalahan atas penyusunan makalah ini namun kami harapkan mudah-mudahan dapat membantu para mahasiswa juga memenuhi kepuasan para pembaca dan sekaligus ikut berpartisifasi dalam mencerdaskan bangsa.
Demikianlah sepatah kata sebagai Pendahuluan dari kami tak lupa kami ucapkan kerja sama yang baik kepada siapa saja yang telah turut membantu sampai tersusunnya makalah ini,dan pula mengingat macam-macam batasan dan kekurangan-kekurangan yang tidak dapat memenuhi segala keinginan,namun kami mempunyai harapan bahwa buah pikiran yang tersusun didalamnya dapat berguna untuk menambah pengetahuan.







BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Filsafat pertama muncul di Yunani kira-kira abad ke 7 SM. Filsafat muncul ketika orang orang mulai berfikir dan berdiskusi tentang keadaan alam, dunia dan lingkungan di sekitar mereka. Orang yang mula-mula sekali menggunakan akal secara serius adalah orang Yunani yang bernama Thales ( 624-546 SM), orang ini yang digelari Bapak Filsafat. Filosof-filosof Yunani berikutnya yang populer ialah : Sokrates, Plato dan Aristoteles. Sokrates adalah guru Plato dan Aristoteles adalah murid Plato. Ada sebagian yang mengatakan bahwa sejarah filsafat tidak lain hanyalah komentar-komentar karya Plato. Hal ini menunjukkan pengaruh Plato yang sangat besar pada sejarah filsafat.
Pemikiran yang mendalam untuk mencari kebenaran merupakan hakekat dari filsafat, maka filsafat sangat perlu untuk dipelajari agar dapat memahami persoalan pemikiran yang sedang berkembang. Studi filsafat dapat membantu dalam membangun keyakinan keagamaan berdasarkan kematangan intelektualitas. Filsafat dapat mendukung kepercayaan keagamaan seseorang, asal kepercayaan tersebut tidak tergantung pada konsepsi pra ilmiah yang usang, sempit dan dogmatis.
2. Rumusan Masalah
1. Bagaimana konsep-konsep filsafat itu?
2. Apakah konsep filsafat barat itu?
3. Bagaimana pendapat yang dikatakan oleh Plato ?

3. Tujuan
1. Untuk mengetahui konsep-konsep filsafat
2. Untuk mengetahui filsafat barat
3. Menjelaskan pendapat yang dikatakan Plato.



BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Filsafat
Filsafat berasal dari kata arab yang berhubungan erat dengan kata Yunani, bahkan memang berasal dari kata Yunani yaitu, philosophia. Dalam bahasa Yunani kata philosophia merupakan kata majemuk yang terdiri atas philo dan sophia; philo artinya cinta dalam arti yang luas, yaitu ingin, dan karena itu lalu mencapai yang diinginkan itu; sophia artinya kebijakan yang artinya pandai, pengertian yang mendalam, definisinya filsafat sebagai sejenis pengetahuan yang berusaha mencari sebab sedalam-dalamnya dari segala sesuatu berdasarkan pikiran belaka.
Plato menyatakan bahwa filsafat ialah pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran asli, dan bagi Aristoteles, filsafat adalah ilmu yang mencari kebenaran pertama, segala yang maujud dan ilmu segala yang ada yang menunjukkan adanya penggerak pertama.
Dari berbagai keterangan di atas bisa dikatakan bahwa “ filsafat “ adalah studi yangn mempelajari seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis, untuk mencari hakekat kebenaran sesuatau, baik dalam logika, etika maupun metafisik. Untuk itu studi filsafat mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa. Hal ini membuat filsafat menjadi sebuah ilmu yang pada sisi-sisi tertentu berciri eksak di samping nuansa khas filsafat, yaitu spekulasi, keraguan, dan couriousity ‘ketertarikan’.
B. Manfaat Filsafat
Filsafat adalah suatu usaha memahami alam semesta,maknanya dan nilainya. Apabila tujuan ilmu adalah control,dan tujuan seni adalah kreatifitas,kesempurnaan,bentuk ke indahan,komunikasi dan ekspresi,maka tujuan filsafat adalah pengertian dan kebijaksanaan ( understanding and wisdom ).
Harold H.TitusIlmu mamberikan pengetahuan dan filsafat memberikan hikmah.Filsafat memberikan kepuasan kepada keinginan manusia akan pengetahuan yang tersusun dengan tertib akan kebenaran.
Dr. Oemar A.Hoesin. Filsafat itu dapat memberikan ketenangan pikiran dan kemantapan hati sekalipun menghadapi maut. S.Takdir Alisyahbana. Dalam tujuannya yang tunggal yaitu ’’kebenaran’’ itulah letaknya kebesaran,kemuliaan malahan kebangsawanan filsafat di antara kerja manusia yang lain.Kebenaran dalam arti yang sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya baginya itulah tujuan yang tertinggi dan satu-satunya.Bagi manusia,berfilsafat itu ber arti mengatur hidupnya seinsaf-insafnya,senetral-netralnya dengan perasaan tanggung jawab,yakni tanggug jawab terhadap dasar hidup yang sedalam-dalamnya,baik Tuhan,alam,atau pun kebenaran.
Tugas filsafat bukanlah hanya mencerminkan semangat masa ketika kita hidup,melainkan membimbingnya maju. Fungsi filsafat adalah kreatif,menetapkan nilai,menetapkan tujuan menentukan arah dan menuntun kepada jalan baru.Filsafat hendaknya mengilhamkan keyakinan kepada kita untuk menopang dunia baru,mencetak manusia-manusia yang menjadikan penggolongan-penggolongan berdasarkan ‘nation’,ras,dan keyakinan ke agamaan mengabdi kepada cinta mulia kemanusiaan.Filsafat tidak ada artinya sama sekali apabila tidak universal,baik dalam ruang lingkupnya maupun dalam semangatnya.
Radhakrisnan (History of Philosophy ). Studi filsafat harus membantu orang-orang untuk membangun keyakinan keagamaan atas dasar yang matang secara intelektual. Filsafat dapat mendukung kepercayaan ke agamaan seseorang,asal saja kepercayaan tersebut tidak bergantung pada konsepsi para ilmiah yang usang,yang sempit dan yang dogmatis.Urusa ( concerns ) utama agama ialah harmoni,pengaturan,ikatan,pengabdian,perdamaian,kejujuran,pembebasan dan Tuhan.
’’Maka filsafat tidak hanya cukup diketahui tetapi harus di praktekan dalam hidup sehari.
H.De Vos. Orang-orang mengharapkan bahwa filsafat akan memberikan kepadanya dasar-dasar pegetahuan,yang dibutuhkan untuk hidup secara baik.Filsafat harus mengajar manusia bagaimana ia harus hidup secara baik.Filsafat harus mengajar manusia,bagai mana ia harus hidupagar dapat menjadi manusia yang baik dan bahagia.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan filsafat adalah mencari hakikat kebenaran sesuatu,baik didalam logika (kebenaran berpikir), etika (berprilaku), maupun metafisik (hakikat keaslian)

B. Filsafat Barat
Filsafat Barat adalah hasil pemikiran radikal oleh filosof Barat sejak abad pertengahan sampai modern. Mempelajari filsafat barat tidak lepas dari arah pembicaraan filsafat secara histories, yaitu kajian yang ditinjau dari sejarah. Ini dapat dilakukan dengan cara membicarakan tokoh demi tokoh menurut kedudukannya, maupaun pokok-pokok pikiran dan ajarannya. Mempelajari filsafat barat dapat pula membagi periode sejarah filsafat menjadi tiga bagian yaitu:
1. filsafat kuno ( ancient philosophy )
2. filsafat abad pertengahan ( middle philosophy )
3. filsafat abad modern ( modern philosophy).
Ada tiga hal penting dalam kajian manusia sebagai bagian dari peradaban filsafat yaitu, indra, akal, dan hati. Pertentangan atau kerja sama antara akal dan hati pernah mengalami menang dan kalah, selama dalam perjalanan sejarah filsfat.
Yang dimaksud akal di sini adalah akal yang logis dan rasional, sedangkan hati adalah rasa. Akal itulah yang menghasilkan filsafat, sedangkan hati menghasilkan pengetahuan supralogis yang disebut pengetahuan mistik; iman termasuk disini. Perseteruan antara akal dan hati, rasio dan iman antara filsafat dan agama selalu melatarbelakangi perkembangan budaya manusia hingga sekarang. Namun secara umum ciri filsafat Yunani adalah rasionalisme.
C. Plato(427-347)
Pada zaman ketika Plato hidup masalah yang paling popular adalah hakikat realitas itu tetap atau herakleitos? Plato mengemukakan pendapatnya sebagai bentuk penyelesaian, yaitu “ yang tetap” itu dapat dikenal melalui akal budi, sedangkan “yang menjadi” dikenal dengan pengalaman. Di dalam pengalaman hidup sehari-hari, kita mengenal banyak jenis manusia, ada lelaki dan ada yang perempuan. Kelelaikan dan keperempuannya berbeda-beda. Tetapi, dunia akal budi (idea) hanya mengenal satu manusia saja, yang bersifat tetap dan tidak berubah. Dunia pengalaman disebut sebagai “dunia semu” atau “dunia bayang-bayang”. Sedang dunia idea (akal-budi) disebutnya sebagai “dunia asli”, dunia yang sesungguhnya. Jadi, manusia yang kita saksikan melalui pengalaman ini, yang jumlah dan jenisnya beraneka ragam, merupakan baying-bayang dari manusia yang hanya ada satun didunia idea itu. Sedangkan mengenai pertanyaan, mengapa manusia yang beraneka ragam itu ada, hal itu desebabkan karena perbedaan tentang caranya menjadui baying-bayang itu.
Melalui panca indera, kita bisa mengenal manusia yang beraneka ragam ini. Kemudian yang menjadi persoalannya, bagaimana kita dapat mengenal dunia idea zsebagai realitas yang sesungguhnya? Plato berpendapat bahwa sebelum ada didunia pengalaman ini, manusia berada didunia idea. Setelah berkumpul dengan badan, maka bertemulah ia dengan baying-bayang yang berasal dari dunia idea (baying-bayangnya sendiri). Dari pertemuan itu, ia teringat bahwa sebenarnya ia pernah mengenalnya. Jadi dengan jalan menginngat, maka dunia idea itu dapat dikenal.
Berdasarkan pandanganya itu, Plato sampai kepada ajaran etika. Dalam ajaran ertikany, ia mengajarkan bahwa siapapun manusia itu harus mampu mencapai pemahaman tentang dunia idea. Disebutkan bahwa idea tertinggi adalah idea kebaikan. Dengan pemahaman tentang idea kebaikan ini, maka kebahagiaan hidup dapat diharapkan. Orang dapat mencapai pemahaaman ideakebaikan bila mampu menyelami dunia pengalaman. Inilah yang kemudian dikenal sebagai ajaran mengenal diri sendiri (to know himself).
Plato, salah seorang murid dan teman Socrates yang memperkuat pendapat guru itu. Menurut Plato, kebenaran umum itu bukan dibuat dengan cara dialog yang induktif seperti pada Socrates. Definisi pada Socrates dapat saja diartikan tidak memiliki realitas, namun menurut Plato esensi itu mempunyai realitas. Realitasnya adalah di alam idea itu. Untuk menjelaskan hakikat idea tersebut Plato mengarang mitos penunggu gua yang sangat terkenal,yang dimuatnya dalam dialog Politeia.
Dengan demikian jelaslah bahwa kebenaran umum itu memeng ada, bukan dibuat, melainkan sudah ada di alam idea. Plato memperkuat Socrates dalam menghadapi kaum Sofis.
Bila diperhatikan dengan cermat isi pidato pembelaan Socrates sebagaimana di tulis Plato di dalam Apologia, tampak dengan jelas bahwa Socrates sebenarnya tidak hanya mengandalkan pendapatnya pada akal (reason), tetapi juga pada kekuatan hati (rasa).
Plato dengan ajaran idea yang lepas dari obyek, yang berada di alam idea, bukan hasil abstraksi seperti pada Socrates, jelas memperkuat posisi Socrates dalam mengahadapi sofisme. Idea itu umum, berarti berlaku umum. Palto juga berpendapat bahwa selain kebenaran yang umum itu ada kebenaran yang khusus, yaitu kongkretisasi idea di alam ini.
















BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Filsafat berasal dari kata arab yang berhubungan erat dengan kata Yunani, bahkan memang berasal dari kata Yunani yaitu, philosophia. Dalam bahasa Yunani kata philosophia merupakan kata majemuk yang terdiri atas philo dan sophia; philo artinya cinta dalam arti yang luas, yaitu ingin, dan karena itu lalu mencapai yang diinginkan itu; sophia artinya kebijakan yang artinya pandai, pengertian yang mendalam, definisinya filsafat sebagai sejenis pengetahuan yang berusaha mencari sebab sedalam-dalamnya dari segala sesuatu berdasarkan pikiran belaka
Mempelajari filsafat barat dapat pula membagi periode sejarah filsafat menjadi tiga bagian yaitu:
1. filsafat kuno ( ancient philosophy )
2. filsafat abad pertengahan ( middle philosophy )
3. filsafat abad modern ( modern philosophy).
Menurut Plato, kebenaran umum itu bukan dibuat dengan cara dialog yang induktif seperti pada Socrates. Definisi pada Socrates dapat saja diartikan tidak memiliki realitas, namun menurut Plato esensi itu mempunyai realitas. Realitasnya adalah di alam idea itu.


DAFTAR PUSTAKA
Tafsir, Ahmad, 2003, Filsafat Umum, Bandung, Rosda.
Atjeh, Abu Bakar,1982, Sejarah Filsafat Islam, Solo, Ramadani.
Suhartono, Suparlan, 2008, Dasar-Dasar Filsafat, Jogjakarta, Ar-Ruzz Media

0 comments:

Post a Comment