Definition List

June 29, 2013

Pendidikan Islam Demokratis



     
Demokratisasi dalam konteks pendidikan dapat diartikan sebagai pembebasan pendidikan dan manusia dari struktur dan sisitem perundangan yang menempatkan manusia seagai komponen. Menurut Hujair Sanaky, demokratisasi pendidikan merupakan pendidikan hati nurani. Artinya pendidikan yang lebih menghargai potensi manusia, lebih humanis, lebih beradab, dan sesuai dengan cita-cita masyarakat madani. Melalui demokratisasi pendidikan, diharapkan akan terjadi proses kesetaraan antara pendidikan dan peserta didik di dalam proses beajar mengajar. Demokratisasi pendidikan bertujuan untuk menghasilkan manusia-manusia yang merdeka, berpikir krtis, serta toleran dengan pandangan dan praktik-praktik demokrasi.Sehingga pendidikan  yang demokratis harus mengedepankan rasa toleransi di kalangan peserta didik dan pendidik, karena antara keduanya mempunyai hak yang sama.
Pendidikan yang demokratis merupakan paradigma pendidikan yang harus dikembangakan di era global ini. Sebab, pendidikan yang inklusif dan anti demokrasi akan ditinggalkan oleh para peminatnya kerena kontra produktif dengan realita yanng berkembanng dari karakter masyarakat global. Pendidikan demokratis merupakan pendidikan yang   mengembangkan prinsip-prinsip demokrasi, yaitu pola pendidikan yang menghargai perbedaan pendapat (the right to be different), kebebasan untuk mengaktualisasikan diri, kebebasan intelektual, kesempatan bersaing untuk perwujudan diri sendiri (self realization), pendidikan yang membangun moral, dan pendidikan yang semakin mendekatkan diri kepada sang pencipta-Nya.
Dalam paradigma pendidikan demokratis, pendidikan haruslah dijadikan suatu proses pembelajaran sepanjang zaman  dengan segala suatu aktifitas kehidupan.  Pendidikan harus berlangsung di segala bentuk tingkatan kehidupan yang kemudian mendorong pertumbuhan segala potensi yang ada dalam diri peserta didik. Sebab hanya dengan cara demikian peserta didik akan mampu mengembangkan dirinya menjadi lebih dewasa, cerdas, kreatif dan matang. Selain itu konsep pendidikan yang demokratis juga harus memahami kebutuhan manusia untuk selalu bersikap maju dan memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan potensinya secara optimal. Selain itu dapat mengantarkan mereka untuk memahami hakikat dirinya sebagai makhluk spiritual dan makhluk sosial.
Pola pengajaran yang demokratis harus terjadi ke segala arah dan bukan hanya bersifat ke satu arah, yaitu dari pendidik ke peserta (top down), melainkan juga adanya keseimbangannya, yaitu dari peserta  didik dengan pendidik (bottom up) dan antarpeserta didik dengan peserta didik (network). Ini artinya, kedudukan antara penddik dan peserta didik adalah setara dan sederajat yang mengakibatkan adanaya interaksi antara keduanya, dimana keduanya bebas mengeluarkan pendapatnya masing-masing dengan argumentasi yang logis dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya



0 comments:

Post a Comment