ayinbarabbas
Makalah Filsafat Umum
MAKALAH FILSAFAT UMUM
Untuk memenuhi tugas mata kuliyah
Filsafat Umum
Dosen pengampu: Drs. H. Socheh, M.H
Nama Mahasiswa :
IFTITAKHUL MUHLASIN
NIM :
2007.4.21.01.2303
NIMKO : 2007.4.021.0001.1.01649
Semester : VIII
SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH AL MUSLIHUUN TLOGO BLITAR 2013
KATA
PENGAANTAR
Makalah ini disusun untuk membantu memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Filsafat Umum,dan juga mudah-mudahan dapat membantu para mahasiswa program strata-1 (S.1) Parodi MPI Sekolah Tinggi Agama Islam-Muhammadiyah (STAI-M) Garut.
Dengan menggunakan kata ’’ Filsafat’’ kami bermaksud menunjuk ’’ tabiat ’’ dalam penyusunan dan penguraian tentang filsafat umum.Filsafat adalah pikiran manusia yang radikal artinya yang dengan mengesampingkan pendirian –pendirian dan pendapat-pendapat yang diterima saja,mencoba memperlihatkan pandangan yang merupakan akar dari lain-lain pandangan dan sikap yang praktis.Jika filsfat misalnya berbicara tentang masyarakat,hukum,sosiologi,kesusilaan dan sebagainya disitu pandangan tidak diarahkan ke sebab-sebab yang terdekat melainkan ke ’’mengapa,? untuk apa,? Bagaimana?’’,yang terakhir sepanjang kemungkinan yang ada pada budi manusia berdasarkan kekuatannya.
Denganmenyusun makalah yang amat sederhana ini ,kami selalu insyaf akan segala kekurangan dan kesalahan atas penyusunan makalah ini namun kami harapkan mudah-mudahan dapat membantu para mahasiswa juga memenuhi kepuasan para pembaca dan sekaligus ikut berpartisifasi dalam mencerdaskan bangsa.
Demikianlah sepatah kata sebagai Pendahuluan dari kami tak lupa kami ucapkan kerja sama yang baik kepada siapa saja yang telah turut membantu sampai tersusunnya makalah ini,dan pula mengingat macam-macam batasan dan kekurangan-kekurangan yang tidak dapat memenuhi segala keinginan,namun kami mempunyai harapan bahwa buah pikiran yang tersusun didalamnya dapat berguna untuk menambah pengetahuan.
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar
Belakang
Filsafat pertama
muncul di Yunani kira-kira abad ke 7 SM. Filsafat muncul ketika orang orang
mulai berfikir dan berdiskusi tentang keadaan alam, dunia dan lingkungan di
sekitar mereka. Orang yang mula-mula sekali menggunakan akal secara serius
adalah orang Yunani yang bernama Thales ( 624-546 SM), orang ini yang digelari
Bapak Filsafat. Filosof-filosof Yunani berikutnya yang populer ialah :
Sokrates, Plato dan Aristoteles. Sokrates adalah guru Plato dan Aristoteles
adalah murid Plato. Ada sebagian yang mengatakan bahwa sejarah filsafat tidak
lain hanyalah komentar-komentar karya Plato. Hal ini menunjukkan pengaruh Plato
yang sangat besar pada sejarah filsafat.
Pemikiran yang
mendalam untuk mencari kebenaran merupakan hakekat dari filsafat, maka filsafat
sangat perlu untuk dipelajari agar dapat memahami persoalan pemikiran yang sedang
berkembang. Studi filsafat dapat membantu dalam membangun keyakinan keagamaan
berdasarkan kematangan intelektualitas. Filsafat dapat mendukung kepercayaan
keagamaan seseorang, asal kepercayaan tersebut tidak tergantung pada konsepsi
pra ilmiah yang usang, sempit dan dogmatis.
2. Rumusan Masalah
1. Bagaimana
konsep-konsep filsafat itu?
2. Apakah
konsep filsafat barat itu?
3. Bagaimana
pendapat yang dikatakan oleh Plato ?
3. Tujuan
1. Untuk
mengetahui konsep-konsep filsafat
2. Untuk
mengetahui filsafat barat
3.
Menjelaskan pendapat yang dikatakan Plato.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Filsafat
Filsafat berasal
dari kata arab yang berhubungan erat dengan kata Yunani, bahkan memang berasal
dari kata Yunani yaitu, philosophia. Dalam bahasa Yunani kata philosophia
merupakan kata majemuk yang terdiri atas philo dan sophia; philo artinya cinta
dalam arti yang luas, yaitu ingin, dan karena itu lalu mencapai yang diinginkan
itu; sophia artinya kebijakan yang artinya pandai, pengertian yang mendalam,
definisinya filsafat sebagai sejenis pengetahuan yang berusaha mencari sebab
sedalam-dalamnya dari segala sesuatu berdasarkan pikiran belaka.
Plato menyatakan
bahwa filsafat ialah pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran asli, dan
bagi Aristoteles, filsafat adalah ilmu yang mencari kebenaran pertama, segala
yang maujud dan ilmu segala yang ada yang menunjukkan adanya penggerak pertama.
Dari berbagai
keterangan di atas bisa dikatakan bahwa “ filsafat “ adalah studi yangn
mempelajari seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis,
untuk mencari hakekat kebenaran sesuatau, baik dalam logika, etika maupun
metafisik. Untuk itu studi filsafat mutlak diperlukan logika berpikir dan
logika bahasa. Hal ini membuat filsafat menjadi sebuah ilmu yang pada sisi-sisi
tertentu berciri eksak di samping nuansa khas filsafat, yaitu spekulasi,
keraguan, dan couriousity ‘ketertarikan’.
B. Manfaat Filsafat
Filsafat adalah suatu usaha memahami alam
semesta,maknanya dan nilainya. Apabila tujuan ilmu adalah control,dan tujuan
seni adalah kreatifitas,kesempurnaan,bentuk ke indahan,komunikasi dan
ekspresi,maka tujuan filsafat adalah pengertian dan kebijaksanaan (
understanding and wisdom ).
Harold H.TitusIlmu mamberikan pengetahuan dan
filsafat memberikan hikmah.Filsafat memberikan kepuasan kepada keinginan
manusia akan pengetahuan yang tersusun dengan tertib akan kebenaran.
Dr.Oemar A.Hoesin. Filsafat itu dapat memberikan
ketenangan pikiran dan kemantapan hati sekalipun menghadapi maut. S.Takdir
Alisyahbana. Dalam tujuannya yang tunggal yaitu ’’kebenaran’’ itulah letaknya
kebesaran,kemuliaan malahan kebangsawanan filsafat di antara kerja manusia yang
lain.Kebenaran dalam arti yang sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya baginya
itulah tujuan yang tertinggi dan satu-satunya.Bagi manusia,berfilsafat itu ber
arti mengatur hidupnya seinsaf-insafnya,senetral-netralnya dengan perasaan
tanggung jawab,yakni tanggug jawab terhadap dasar hidup yang
sedalam-dalamnya,baik Tuhan,alam,atau pun kebenaran.
Tugas filsafat bukanlah hanya mencerminkan semangat
masa ketika kita hidup,melainkan membimbingnya maju.Fungsi filsafat adalah
kreatif,menetapkan nilai,menetapkan tujuan menentukan arah dan menuntun kepada
jalan baru.Filsafat hendaknya mengilhamkan keyakinan kepada kita untuk menopang
dunia baru,mencetak manusia-manusia yang menjadikan penggolongan-penggolongan
berdasarkan ‘nation’,ras,dan keyakinan ke agamaan mengabdi kepada cinta mulia
kemanusiaan.Filsafat tidak ada artinya sama sekali apabila tidak universal,baik
dalam ruang lingkupnya maupun dalam semangatnya.
Radhakrisnan (History of Philosophy ). Studi
filsafat harus membantu orang-orang untuk membangun keyakinan keagamaan atas
dasar yang matang secara intelektual.Filsafat dapat mendukung kepercayaan ke
agamaan seseorang,asal saja kepercayaan tersebut tidak bergantung pada konsepsi
para ilmiah yang usang,yang sempit dan yang dogmatis.Urusa ( concerns ) utama
agama ialah
harmoni,pengaturan,ikatan,pengabdian,perdamaian,kejujuran,pembebasan dan Tuhan.
’’Maka filsafat tidak hanya cukup diketahui tetapi harus di praktekan dalam hidup sehari.
’’Maka filsafat tidak hanya cukup diketahui tetapi harus di praktekan dalam hidup sehari.
H.De Vos. Orang-orang mengharapkan bahwa filsafat
akan memberikan kepadanya dasar-dasar pegetahuan,yang dibutuhkan untuk hidup
secara baik.Filsafat harus mengajar manusia bagaimana ia harus hidup secara
baik.Filsafat harus mengajar manusia,bagai mana ia harus hidupagar dapat
menjadi manusia yang baik dan bahagia.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan
filsafat adalah mencari hakikat kebenaran sesuatu,baik didalam logika(kebenaran
berpikir),etika(berprilaku),maupun metafisik(hakikat keaslian)
B. Filsafat Barat
Filsafat Barat adalah hasil pemikiran radikal oleh filosof Barat sejak
abad pertengahan sampai modern. Mempelajari filsafat barat tidak lepas dari
arah pembicaraan filsafat secara histories, yaitu kajian yang ditinjau dari
sejarah. Ini dapat dilakukan dengan cara membicarakan tokoh demi tokoh menurut
kedudukannya, maupaun pokok-pokok pikiran dan ajarannya. Mempelajari filsafat
barat dapat pula membagi periode sejarah filsafat menjadi tiga bagian yaitu:
1. filsafat
kuno ( ancient philosophy )
2. filsafat
abad pertengahan ( middle philosophy )
3. filsafat abad modern ( modern philosophy).
Ada tiga hal
penting dalam kajian manusia sebagai bagian dari peradaban filsafat yaitu,
indra, akal, dan hati. Pertentangan atau kerja sama antara akal dan hati pernah
mengalami menang dan kalah, selama dalam perjalanan sejarah filsfat.
Yang dimaksud
akal di sini adalah akal yang logis dan rasional, sedangkan hati adalah rasa.
Akal itulah yang menghasilkan filsafat, sedangkan hati menghasilkan pengetahuan
supralogis yang disebut pengetahuan mistik; iman termasuk disini. Perseteruan
antara akal dan hati, rasio dan iman antara filsafat dan agama selalu
melatarbelakangi perkembangan budaya manusia hingga sekarang. Namun secara umum
ciri filsafat Yunani adalah rasionalisme.
C. Plato(427-347)
Pada zaman
ketika Plato hidup masalah yang paling popular adalah hakikat realitas itu
tetap atau herakleitos? Plato mengemukakan pendapatnya sebagai bentuk
penyelesaian, yaitu “ yang tetap” itu dapat dikenal melalui akal budi,
sedangkan “yang menjadi” dikenal dengan pengalaman. Di dalam pengalaman hidup
sehari-hari, kita mengenal banyak jenis manusia, ada lelaki dan ada yang
perempuan. Kelelaikan dan keperempuannya berbeda-beda. Tetapi, dunia akal budi
(idea) hanya mengenal satu manusia saja, yang bersifat tetap dan tidak berubah.
Dunia pengalaman disebut sebagai “dunia semu” atau “dunia bayang-bayang”.
Sedang dunia idea (akal-budi) disebutnya sebagai “dunia asli”, dunia yang sesungguhnya.
Jadi, manusia yang kita saksikan melalui pengalaman ini, yang jumlah dan
jenisnya beraneka ragam, merupakan baying-bayang dari manusia yang hanya ada
satun didunia idea itu. Sedangkan mengenai pertanyaan, mengapa manusia yang
beraneka ragam itu ada, hal itu desebabkan karena perbedaan tentang caranya
menjadui baying-bayang itu.
Melalui panca
indera, kita bisa mengenal manusia yang beraneka ragam ini. Kemudian yang
menjadi persoalannya, bagaimana kita dapat mengenal dunia idea zsebagai
realitas yang sesungguhnya? Plato berpendapat bahwa sebelum ada didunia
pengalaman ini, manusia berada didunia idea. Setelah berkumpul dengan badan,
maka bertemulah ia dengan baying-bayang yang berasal dari dunia idea
(baying-bayangnya sendiri). Dari pertemuan itu, ia teringat bahwa sebenarnya ia
pernah mengenalnya. Jadi dengan jalan menginngat, maka dunia idea itu dapat
dikenal.
Berdasarkan
pandanganya itu, Plato sampai kepada ajaran etika. Dalam ajaran ertikany, ia
mengajarkan bahwa siapapun manusia itu harus mampu mencapai pemahaman tentang
dunia idea. Disebutkan bahwa idea tertinggi adalah idea kebaikan. Dengan
pemahaman tentang idea kebaikan ini, maka kebahagiaan hidup dapat diharapkan.
Orang dapat mencapai pemahaaman ideakebaikan bila mampu menyelami dunia
pengalaman. Inilah yang kemudian dikenal sebagai ajaran mengenal diri sendiri
(to know himself).
Plato, salah
seorang murid dan teman Socrates yang memperkuat pendapat guru itu. Menurut
Plato, kebenaran umum itu bukan dibuat dengan cara dialog yang induktif seperti
pada Socrates. Definisi pada Socrates dapat saja diartikan tidak memiliki
realitas, namun menurut Plato esensi itu mempunyai realitas. Realitasnya adalah
di alam idea itu. Untuk menjelaskan hakikat idea tersebut Plato mengarang mitos
penunggu gua yang sangat terkenal,yang dimuatnya dalam dialog Politeia.
Dengan demikian
jelaslah bahwa kebenaran umum itu memeng ada, bukan dibuat, melainkan sudah ada
di alam idea. Plato memperkuat Socrates dalam menghadapi kaum Sofis.
Bila
diperhatikan dengan cermat isi pidato pembelaan Socrates sebagaimana di tulis
Plato di dalam Apologia, tampak dengan jelas bahwa Socrates sebenarnya tidak
hanya mengandalkan pendapatnya pada akal (reason), tetapi juga pada kekuatan
hati (rasa).
Plato dengan
ajaran idea yang lepas dari obyek, yang berada di alam idea, bukan hasil
abstraksi seperti pada Socrates, jelas memperkuat posisi Socrates dalam mengahadapi
sofisme. Idea itu umum, berarti berlaku umum. Palto juga berpendapat bahwa
selain kebenaran yang umum itu ada kebenaran yang khusus, yaitu kongkretisasi
idea di alam ini.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Filsafat berasal
dari kata arab yang berhubungan erat dengan kata Yunani, bahkan memang berasal
dari kata Yunani yaitu, philosophia. Dalam bahasa Yunani kata philosophia
merupakan kata majemuk yang terdiri atas philo dan sophia; philo artinya cinta
dalam arti yang luas, yaitu ingin, dan karena itu lalu mencapai yang diinginkan
itu; sophia artinya kebijakan yang artinya pandai, pengertian yang mendalam,
definisinya filsafat sebagai sejenis pengetahuan yang berusaha mencari sebab
sedalam-dalamnya dari segala sesuatu berdasarkan pikiran belaka
Mempelajari
filsafat barat dapat pula membagi periode sejarah filsafat menjadi tiga bagian
yaitu:
1. filsafat kuno ( ancient philosophy )
2. filsafat abad pertengahan ( middle philosophy )
3. filsafat abad modern ( modern philosophy).
Menurut Plato,
kebenaran umum itu bukan dibuat dengan cara dialog yang induktif seperti pada
Socrates. Definisi pada Socrates dapat saja diartikan tidak memiliki realitas,
namun menurut Plato esensi itu mempunyai realitas. Realitasnya adalah di alam
idea itu.
DAFTAR PUSTAKA
Tafsir, Ahmad, 2003, Filsafat Umum, Bandung, Rosda.
Atjeh, Abu Bakar,1982, Sejarah Filsafat Islam, Solo, Ramadani.
Suhartono, Suparlan, 2008, Dasar-Dasar Filsafat, Jogjakarta, Ar-Ruzz Media.






0 comments:
Post a Comment