Definition List

March 12, 2013

MEMBANGUN EKSISTENSI PENDIDIKAN HUMANIS

ayin barabbas

           
    Masyarakat adalah sejumlah manusia yang merupakan satu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai kepentingan yang sama. Seperti; sekolah, keluarga, perkumpulan, negara dan atau semua komunitas apapun yang di situ terdapat unsur kepentingan. Dewasa ini, dalam diskursus yang seringkali dimediakan, masyarakat era globalisasi seolah telah lebih dewasa dari jamannya. Ketika aspek teknologi telah menjamur dalam berbagai sisi, masyarakat telah mampu bergerak dan survive baik secara pribadi maupun kelompok, dalam upaya mempertahankan dirinya meskipun itu masih partikular.
               Kenyataan ini merupakan sebuah bentuk kedewasaan dalam kehidupan yang layak diketahui oleh setiap element, sehingga kehidupan bermasyarakat tetap berkesan manusiawi dan tak apatis atas yang lain. Karena mungkin saja, semakin meningkatnya kehidupan manusia atas kebutuhan pribadi, intensitas partisipasi terhadap manusia yang lain akan berkurang, dan mereka lebih pada prioritas personal untuk memenuhi kebutuhannya.
               Dalam konteks kehidupan, masyarakat tentu tidak terlahir oleh satu pintu. Mereka mempunyai ciri khas masing-masing sesuai latar belakang yang membentuknya. Hingga kemudian, bermacamnya ciri khas inilah yang mengakar dalam proses kehidupan mereka. Tanpa menutup kemungkinan, terjadi proses perubahan secara perlahan menuju peradaban ataupun nilai-nilai yang lebih tinggi dari sebelumnya. Karena semakin cerdas dan matangnya pemikiran yang terlahir dari konteks itu.
               Salah satu diantara faktor yang bisa mempengaruhi kelahiran atas kemungkinan itu adalah peran pendidikan sebagai pengontrol kehidupan masyarakat. Sebagaimana yang pernah ditulis hujjatul Islam Al Imam Al Ghozali, bahwa pendidikan merupakan usaha yang mengarah kepada realisasi tujuan keagamaan dan akhlak, dengan titik penekanannya pada perolehan keutamaan dan taqarrub kepada Allah dan bukan untuk mencari kedudukan yang tinggi atau mendapatkan kemegahan dunia. Dengan bahasa yang lain, pendidikan mempunyai peran yang signifikan dalam proses yang terjadi dalam masyarakat, terutama dalam hal negatif.
               Terlebih, jika kita menelaah sebuah statement : “Manusia adalah makhluk multidimensional yang dapat ditelaah dari berbagai sudut pandang. Eduart Spranger (1950), melihat manusia sebagai makhluk jasmani dan rohani. Yang membedakan manusia dengan makhluk lain adalah aspek kerohaniannya. Manusia akan menjadi sungguh-sungguh manusia kalau ia mengembangkan nilai-nilai rohani (nilai-nilai budaya), yang meliputi: nilai pengetahuan, keagamaan, kesenian, ekonomi, kemasyarakatan dan politik dan sekali lagi, solusi utama dari seraingkaian permasalahan dan harapan itu hanyalah lewat pendidikan.
               Pendidikan saja tidak cukup. Melainkan pendidikan yang baik dan sempurnalah yang akan mampu memberikan sebuah dampak yang besar atas keberlangsungan masyarakat. Sehingga hal yang sangat dikhawatirkan bahwa manusia akan memakan manusia, tak akan terjadi. Orientasi pendidikan pada era ini barangkali memang lebih mengutamakan aspek moralitas dari pada pengetahuan. Banyaknya aktor dalam ilmu pengetahuan yang kemudian tidak diimbangi dengan pengetahuan moralitas (agama) maka, manusia semacam itu belumlah sempurna.
               Tujuan pendidikan terbesar adalah memanusiakan manusia. Ilmu bukan untuk ilmu sebagaimana kemudian mengasingkan diri dari kehidupan masyarakat. Namun, ilmu untuk diamalkan, dan amalan terbesar dari sebuah ilmu adalah akhlakul karimah, termasuk dengan memanusiakan manusia. Seberapapun ia memiliki ilmu, namun tak cakap dalam kehidupan bermasyarakat dan mematuhi norma yang ada, maka pada kualitas sejatinya ia belumlah berilmu.
               Dialek itulah yang pada akhirnya memberikan sebuah pemahaman baru, bahwa pendidikan humanis (human education) layak menjadi sorotan utama dan menjadi target yang tak bisa dilepaskan. Sehingga masyarakat benar-benar menjadi sebuah koloni kehidupan yang sangat indah, dan baik, sementara kejengahan terkotak pada keburukan.
Oleh karena, dengan semangat bersama membangun sebuah kebersamaan melalui pendidikan. Semoga segala mimpi yang tergores akan benar menetas menjadi sebuah realitas di kemudian hari. Semoga Tuhan selalu melimpahkan rahmat dan taufiq bersama kita semua. Amin.

0 comments:

Post a Comment