Definition List

March 11, 2013

PARADIGMA BARU PENDIDIKAN ISLAM

ayin barabbas
PARADIGMA BARU PENDIDIKAN ISLAM
(SEBUAH KAJIAN EPISTEMOLOGI)


Berbicara mengenai pendidikan islam hususya di Indonesia, layaknya memunculkan gambaran yang memilukan. Karena samakin lama, pendidikan islam semakin mengalami kemunduran. Hal ini semakin terlihat jika pendidikan islam ini di hadapkan pada globalisasi dan modernsasi barat dan bila di kaitkan dengan kemajuan islam pada masa lalu yang telah menjadi kiblat ilmu pengetahuan dunia. Sejarah mencatat bahwa masa keemasan ini berlangsung sekitar abad ke-7 sampai abad ke-15 dengan kisaran waktu kurang lebih 7 abad. Zaman renaisance negara-negara eropa merupakan hasil dari kemajuan islam di zamannya yang berhasil di boyong ke Eropa.
Saat ini pendidikan islam berada pada posisi determinisme historic dan realisme dalam artian bahwa satu sisi ummat Islam berada pada romantisme historic, dimana mereka bangga pernah memiliki para pemikir dan ilmuan-ilmuan besar. Kini ummat Islam cenderung mengalami kemunduran hingga abad 21 saat ini, yang berimbas ke sektor-sektor vital. Seperti perdagangan, perekonomian, teknologi informasi bahkan ke sektor pendidikan Islam.
Kehadiran pendidikan Islam jika ditinjau dari kelembagaan maupun dari nilai-nilai yang ingin dicapainya masih memenuhi tuntutan yang bersifat formalitas, bukan sebagai tuntutan yang bersifat substansial, yakni tuntutan untuk menularkan pribadi-pribadi aktif, penggerak sejarah dan pemain gesit, tangkas, pelopor dan produsen peradaban Islam di masa mendatang.
Ketertinggalan ummat Islam salah satunya juga juga dikarenakan oleh terjadinya penyempitan terhada pemahaman pendidikan Islam yang hanya berkisar pada aspek kehidupan ukhrawi yang terpisah dengan kehidupan duniawi atau aspek rohani yang terpisah dengan kehidupan jasmani. Dengan kata lain, pendidikan Islam masih memisahkan antara akal dan wahyu, ayat Qauliyah dan Qauniyah serta piker dan Zikir.
Hal ini menyebabkan adanya ketidakseimbangan paradigmatik, yaitu kurang berkembangnya konsep humanisme religius dalam dunia pendidikan Islam, yang disebabkan karena pendidikan Islam lebih berorientasi pada konsep manusia sebagai hamba (‘Abdullah) ketimbang sebagai konsep manusia sebagai Khalifah. Dari itu bisa di ketahui bahwasannya di zaman globalisasi ini tentunya pendidikan islam sangat kurang mampu menghadapinya.
Oleh karena itu reformasi pendidikan Islam sangat penting dilakukan demi menghasilkan pendidikan Islam yang bermutu yang mencerdaskan dalam krisis kekinian yang menyangkut pengetahuan dan pendidikan ummat saat ini.

0 comments:

Post a Comment