SEKOLAH TINGGI
ILMU TARBIYAH “AL-MUSLIHUUN”
TLOGO BLITAR
(PROGRAM
STRATA 1 / S-1)
TERAKREDITASI
nomor : 019/BAN.PT/AK.X/S.1/XII/2006
Alamat
: Jl. Raya gaprang P.O BOX 108 blitar 66171 telp. (0342)807422
KARTU
PENGAJUAN JUDUL SKRIPSI
Nama Mahasiswa : IFTITAKHUL MUHLASIN
NIM : 2007.4.21.01.2303
NIMKO : 2007.4.021.0001.1.01649
Semester : VIII
Tempat kuliyah : Kampus pusat
Judul skripsi : “PARADIGMA BARU
PENDIDIKAN ISLAM (SEBUAH KAJIAN EPISTEMOLOGI)”
Latar belakang :
Berbicara mengenai pendidikan islam hususya di Indonesia,
layaknya memunculkan gambaran yang memilukan. Karena samakin lama, pendidikan
islam semakin mengalami kemunduran. Hal ini semakin terlihat jika pendidikan
islam ini di hadapkan pada globalisasi dan modernsasi barat dan bila di kaitkan
dengan kemajuan islam pada masa lalu yang telah menjadi kiblat ilmu pengetahuan
dunia. Sejarah mencatat bahwa masa keemasan ini berlangsung sekitar abad ke-7
sampai abad ke-15 dengan kisaran waktu kurang lebih 7 abad. Zaman renaisance
negara-negara eropa merupakan hasil dari kemajuan islam di zamannya yang
berhasil di boyong ke Eropa.
Saat ini pendidikan
islam berada pada posisi determinisme historic dan realisme dalam artian bahwa
satu sisi ummat Islam berada pada romantisme
historic, dimana mereka bangga pernah memiliki para pemikir dan
ilmuan-ilmuan besar. Kini ummat Islam cenderung mengalami kemunduran hingga abad 21 saat ini, yang berimbas ke
sektor-sektor vital. Seperti perdagangan, perekonomian, teknologi informasi
bahkan ke sektor pendidikan Islam.
Kehadiran
pendidikan Islam jika ditinjau dari kelembagaan maupun dari nilai-nilai yang
ingin dicapainya masih memenuhi tuntutan yang bersifat formalitas, bukan
sebagai tuntutan yang bersifat substansial, yakni tuntutan untuk menularkan
pribadi-pribadi aktif, penggerak sejarah dan pemain gesit, tangkas, pelopor dan
produsen peradaban Islam di masa mendatang.
Ketertinggalan
ummat Islam salah satunya juga juga dikarenakan oleh terjadinya penyempitan
terhada pemahaman pendidikan Islam yang hanya berkisar pada aspek kehidupan
ukhrawi yang terpisah dengan kehidupan duniawi atau aspek rohani yang terpisah dengan kehidupan jasmani.
Dengan kata lain, pendidikan Islam masih memisahkan antara akal dan wahyu, ayat
Qauliyah dan Qauniyah serta piker dan Zikir.
Hal ini
menyebabkan adanya ketidakseimbangan paradigmatik, yaitu kurang berkembangnya
konsep humanisme religius dalam dunia pendidikan Islam, yang disebabkan karena
pendidikan Islam lebih berorientasi pada konsep manusia sebagai hamba
(‘Abdullah) ketimbang sebagai konsep manusia sebagai Khalifah. Dari itu bisa di ketahui bahwasannya di zaman
globalisasi ini tentunya pendidikan islam sangat kurang mampu menghadapinya.
Oleh karena itu
reformasi pendidikan Islam sangat penting dilakukan demi menghasilkan pendidikan
Islam yang bermutu yang mencerdaskan dalam krisis kekinian yang menyangkut
pengetahuan dan pendidikan ummat saat ini.
.
Disini peneliti akan berusaha mangkaji permasalahan tersebut melalui sudut
pandang epistemologi dengan judul “Paradigma Baru Pendidikan Islam (Sebuh
Kajian Epistemologi)”. Sehingga di
harapkan dari hasil penelitian nantinya bisa memberikan paradigma baru
sebagai solusi.
Fokus Penelitian :
- Bagaimana Konsep Epistemologi Pendidikan Islam?
- Bagaimana Paradigma Baru Pendidikan Islam Dalam Kajian Epistemologi?
Pembimbing I :
HABIB BAWAFI,
M.Hi
II : AHMADMAESUR, M.Hi
Blitar, 26 Pebruari 2013
Penerima
|
Peneliti
Iftitakhul Muhlasin
|






0 comments:
Post a Comment