Materi I "Motivasi Organisasi"
Oleh: Iftitakhul Muhlasin, S.Pd.I (Kepala Urusan Perencanaan Desa Banggle)
Oleh: Iftitakhul Muhlasin, S.Pd.I (Kepala Urusan Perencanaan Desa Banggle)
- 1. Definisi Motivasi
Motivasi
adalah suatu kondisi atau keadaan yang mendorong, merangsang atau menggerakkan
seseorang untuk melakukan sesuatu atau kegiatan yang dilakukannya
sehingga ia dapat mencapai tujuannya, Motivasi merupakan fungsi dari berbagai
macam variable yang saling mempengaruhi. ia merupakan suatu proses yang terjadi
dalam diri manusia yang secara psikologis terjadi interaksi antara sikap, kebutuhan,
persepsi, proses belajar dan penyelesaian persoalan. Untuk memberikan pemahaman
yang lebih luas tentang motivasi perlu terlebih dahulu mengemukanakan
pengertian motivasi.
Istilah
motivasi berasal kata motif yang dapat diartikan sebagai kekuatan yang terdapat
dalam diri individu. Dalam bahasa latin motivation berasal dari kata movere,
yang berarti “to move” (Husaini, 2013). B. Uno (2009) mengemukakan bahwa
motif dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) macam yaitu (1) motif biogenetis, yaitu
motif-motif yang berasal dari kebutuhan-kebutuhan organisme demi kelanjutan
hidupnya, (2) motif sosiogenetis, yaitu motif-motif yang berkembang berasal
dari lingkungan kebudayaan tempat orang tersebut berada, dan (3) motif
teologis, dalam motif ini manusia adalah makluk yang berkeTuhan-an, sehingga
ada interaksi antara manusia dan
Tuhan-Nya. Secara
etimologi motivasi berasal dari bahasa latin yaitu “Movere” yang berarti
dorongan atau daya penggerak.
Menurut
Sardiman (2000) fungsi motivasi belajar ada tiga yakni sebagai berikut:
- Mendorong manusia untuk berbuat serta sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.
- Menentukan arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya.
- Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan yang tidak bermanfaat dengan tujuan tersebut.
Berdasarkan beberapa pendapat para ahli tentang motivasi,
maka definisi motivasi dapat disimpulkan bahwa, motivasi
merupakan suatu dorongan dalam diri individu yang merangsang atau menggerakan
kegiatan kearah tertentu untuk dapat mencapai tujuan yang diinginkannya.
2. Definisi Organisasi.
Manusia adalah mahluk sosial yang cendrung untuk bermasyarakat serta mengatur
dan mengorganisasi kegiatan dalam mencapai suatu tujuan tetapi karena
keterbatasan kemampuan menyebabkan mereka tidak mampu mewujudkan tujuan tanpa
adanya kerjasama. Organisasi merupakan pengelompokkan orang-orang kedalam
aktivitas kerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Kata organisasi berasal dari kata “organism” yaitu menciptakan struktur
dengan bagian-bagian yang diintegrasikan sedemikian rupa, sehingga satu sama
lain terkait oleh hubungan terhadap keseluruhan. Bebeapa pendapat tentang
pengertian organisasi adalah:
1. Menurut Ernest Dale: organisasi
adalah suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan, pengembangan, dan pemeliharaan
suatu struktur atau pola hubungan kerja dari orang-orang dalam suatu kerja
kelompok.
2. Menurut Cyril Soffer: organisasi
adalah perserikatan orang-orang yang masing-masing diberi peran tertentu dalam
suatu sitem kerja dan pembagian dalam mana pekerjaan itu diperinci menjadi
tugas-tugas, dibagikan kemudian digabung lagi dalam beberapa bentuk hasil.
3. Menurut Kas dan Rosenzweig:
organisasi adalah sub sistem teknik, sub sistem struktural, sub sistem
pshikososial dan sub sistem manajerial dari lingkungan yang lebih luas diman
ada kumpulan orang-orang berorientasi pada tujuan.
Secara umum definisi organisasi adalah kelompok orang yang secara bersama-sama
ingin mencapai tujuan. Organisassi dipandang sebagai gambaran jaringan hubungan
kerja yang sifatnya formal serta tergambar pada kedudukan dan jabatan yang
diduduki oleh seseorang sebagai alat pencapain tujuan yang telah ditentukan
sebelumnya yang strukturnya bersifat relatif permanen tanpa menutup kemungkinan
terjadinya peorganisasi apabila dipandang perlu, baik demi percepatan laju
usaha pencapain tujuan maupun dalam usaha peningkatan efisien, efektifitas dan
produktifitas kerja.
B. Pentingnya
motivasi dalam organisasi
Mengarahkan
atau menggerakkan individu dalam organisasi
untuk mau bekerja adalah suatau keahlian dan kemampuan dalam memotivasi
organisasi tersebut.
Berdasarkan tujuan yang ingin di capai, manusia akan termotivasi oleh
kebutuhan-kebutuhan yang dimilikinya, hal ini sejalan dengan Robins yang
mengemukankan bahwa “motivasi
organisasi adalah kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi untuk
tujuan organisasi yang dikondisikan oleh kemampuan dalam memenuhi beberapa
kebutuhan individual”. motivasi
ini dapat juga dikatakan sebagai energi untuk membangkitkan dorongan dan upaya
dalam diri individu untuk mengatasi segala tantangan dan hambatan dalam upaya
mencapai tujuan. Seseorang yang memiliki kebutuhan atau motivasi untuk berprestasi
merupakan sumber daya manusia yang diperlukan dalam mencapai keberhasilan. Oleh
karena itu setiap orang yang memiliki kebutuhan akan prestasi adalah pribadi
yang dinamis, kreatif, partisipatif dan optimistik dalam melakukan setiap
perbuatan dalam belajar.
Motivasi
sudah jelas sangat dibutuhkan dalam diri setiap orang, selain untuk
menghilangkan kejenuhan juga untuk bisa meraih segala sesuatu yang
dicita-citakannya. Secara individual upaya motivasi bisa dilakukan melalui upaya-upaya
mengontrol, menilai lalu memotivasi diri sendiri, namun adakalanya kesadaran
untuk memotivasi diri tidak muncul dalam diri seseorang karena itu diperlukan
motivasi eksternal yang bisa berasal dari keluarga, teman, guru dan lainnya.
Ada dua sumber
motivasi yang selalu harus tumbuh dalam setiap diri individu yaitu:
1.
Motivasi internal.
Yaitu motivasi dari dalam diri, dari perasaan dan
pikiran sendiri yang tidak perlu adanya rangsangan dari luar, orang yang
memiliki motivasi internal akan memandang dirinya secara positif.
2.
Motivasi
eksternal.
Yaitu motivasi dari luar atau mendapatkan rangsangan
dari luar. Sebagai contoh, seorang anak mendapat dukungan dari orang tuanya
atau gurunya maka ia akan termotivasi untuk mendapatkan hasil yang baik karena
pengaruh lingkungannya.
Kedua motivasi ini akan terlihat
baik jika keduanya dikombinasikan dan tumbuh dalam sertiap individu. Namun dari
kedua motivasi ini maka motivasi internal-lah yang harus ada, karena motivasi
yang datang dari dalam diri sendiri akan membuat seseorang lebih semangat dan
terdorong untuk berusaha mencapai tujuannya
E.
Fungsi Motivasi dalam Organisasi
Dalam ilmu organisasi, motivasi adalah hal yang selalu dibicarakan.
Seorang pimpinan organisasi harus memberikan motivasi kepada anggotanya dengan
hal-hal tertentu jika ingin organisasinya menghasilkan sesuatu yang menjadi
harapannya. Sebelum pengembangan organisasi dilakukan, motivasi harus terlebih
dahulu dilaksanakan oleh pimpinan, karena pimpinan tidak dapat mengarahkan para
anggotanya kecuali jika mereka dimotivasi untuk bersedia mengikutinya. Dengan
motivasi yang baik dari pimpinannya membuat para anggota organisasi akan merasa
senang dan bersemangat dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan organisasi sehingga
mengakibatkan perkembangan dan pertumbuhan yang baik pada organisasi yang
dipegang oleh pimpinan tersebut.
Namun motivasi bukan hanya dilaksanakan oleh pimpinan saja akan tetapi juga dari
diri pribadi seseorang yang mendorong keinginan untuk melakukan
kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai tujuan yang diharapkan. Adapun fungsi
motivasi adalah meningkatkan efektifitas pimpinan dalam memotivasi,
mempengaruhi, menggerakkan dan berkomunikasi dengan anggota-anggotanya sehingga
menjadikan mereka bersemangat dalam menjalankan pekerjaan-pekerjaannya untuk
mencapai tujuan bersama.






0 comments:
Post a Comment