Definition List

July 19, 2018

MOTIVASI ORGANISASI

 Materi I "Motivasi Organisasi"
Oleh: Iftitakhul Muhlasin, S.Pd.I (Kepala Urusan Perencanaan Desa Banggle)


  1. 1.    Definisi Motivasi
 
Motivasi adalah suatu kondisi atau keadaan yang mendorong, merangsang atau menggerakkan seseorang untuk melakukan sesuatu atau  kegiatan yang dilakukannya sehingga ia dapat mencapai tujuannya, Motivasi merupakan fungsi dari berbagai macam variable yang saling mempengaruhi. ia merupakan suatu proses yang terjadi dalam diri manusia yang secara psikologis terjadi interaksi antara sikap, kebutuhan, persepsi, proses belajar dan penyelesaian persoalan. Untuk memberikan pemahaman yang lebih luas tentang motivasi perlu terlebih dahulu mengemukanakan pengertian motivasi.
                 Istilah motivasi berasal kata motif yang dapat diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu. Dalam bahasa latin motivation berasal dari kata movere, yang berarti “to move” (Husaini, 2013). B. Uno (2009) mengemukakan bahwa motif dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) macam yaitu (1) motif biogenetis, yaitu motif-motif yang berasal dari kebutuhan-kebutuhan organisme demi kelanjutan hidupnya, (2) motif sosiogenetis, yaitu motif-motif yang berkembang berasal dari lingkungan kebudayaan tempat orang tersebut berada, dan (3) motif teologis, dalam motif ini manusia adalah makluk yang berkeTuhan-an, sehingga ada interaksi antara manusia dan Tuhan-Nya. Secara etimologi motivasi berasal dari bahasa latin yaitu “Movere” yang berarti dorongan atau daya penggerak.

Menurut Sardiman (2000) fungsi motivasi belajar ada tiga yakni sebagai berikut:
  1. Mendorong manusia untuk berbuat serta sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.
  2. Menentukan arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya.
  3. Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan yang tidak bermanfaat dengan tujuan tersebut.
            Berdasarkan beberapa pendapat para ahli tentang motivasi, maka definisi motivasi dapat disimpulkan bahwa, motivasi merupakan suatu dorongan dalam diri individu yang merangsang atau menggerakan kegiatan kearah tertentu untuk dapat mencapai tujuan yang diinginkannya.

     2.    Definisi Organisasi.
            Manusia adalah mahluk sosial yang cendrung untuk bermasyarakat serta mengatur dan mengorganisasi kegiatan dalam mencapai suatu tujuan tetapi karena keterbatasan kemampuan menyebabkan mereka tidak mampu mewujudkan tujuan tanpa adanya kerjasama. Organisasi merupakan pengelompokkan orang-orang kedalam aktivitas kerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
            Kata organisasi berasal dari kata “organism” yaitu menciptakan struktur dengan bagian-bagian yang diintegrasikan sedemikian rupa, sehingga satu sama lain terkait oleh hubungan terhadap keseluruhan. Bebeapa pendapat tentang pengertian organisasi adalah:
      1.      Menurut Ernest Dale: organisasi adalah suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan, pengembangan, dan pemeliharaan suatu struktur atau pola hubungan kerja dari orang-orang dalam suatu kerja kelompok.
      2.      Menurut Cyril Soffer: organisasi adalah perserikatan orang-orang yang masing-masing diberi peran tertentu dalam suatu sitem kerja dan pembagian dalam mana pekerjaan itu diperinci menjadi tugas-tugas, dibagikan kemudian digabung lagi dalam beberapa bentuk hasil.
      3.      Menurut Kas dan Rosenzweig: organisasi adalah sub sistem teknik, sub sistem struktural, sub sistem pshikososial dan sub sistem manajerial dari lingkungan yang lebih luas diman ada kumpulan orang-orang berorientasi pada tujuan.
                        Secara umum definisi organisasi adalah kelompok orang yang secara bersama-sama ingin mencapai tujuan. Organisassi dipandang sebagai gambaran jaringan hubungan kerja yang sifatnya formal serta tergambar pada kedudukan dan jabatan yang diduduki oleh seseorang sebagai alat pencapain tujuan yang telah ditentukan sebelumnya yang strukturnya bersifat relatif permanen tanpa menutup kemungkinan terjadinya peorganisasi apabila dipandang perlu, baik demi percepatan laju usaha pencapain tujuan maupun dalam usaha peningkatan efisien, efektifitas dan produktifitas kerja.

     B.   Pentingnya motivasi dalam organisasi
Mengarahkan atau menggerakkan individu dalam organisasi untuk mau bekerja adalah suatau keahlian dan kemampuan dalam memotivasi organisasi tersebut. Berdasarkan tujuan yang ingin di capai, manusia akan termotivasi oleh kebutuhan-kebutuhan yang dimilikinya, hal ini sejalan dengan Robins yang mengemukankan bahwa motivasi organisasi adalah kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi untuk tujuan organisasi yang dikondisikan oleh kemampuan dalam memenuhi beberapa kebutuhan individual. motivasi ini dapat juga dikatakan sebagai energi untuk membangkitkan dorongan dan upaya dalam diri individu untuk mengatasi segala tantangan dan hambatan dalam upaya mencapai tujuan. Seseorang yang memiliki kebutuhan atau motivasi untuk berprestasi merupakan sumber daya manusia yang diperlukan dalam mencapai keberhasilan. Oleh karena itu setiap orang yang memiliki kebutuhan akan prestasi adalah pribadi yang dinamis, kreatif, partisipatif dan optimistik dalam melakukan setiap perbuatan dalam belajar.
Motivasi sudah jelas sangat dibutuhkan dalam diri setiap orang, selain untuk menghilangkan kejenuhan juga untuk bisa meraih segala sesuatu yang dicita-citakannya. Secara individual upaya motivasi bisa dilakukan melalui upaya-upaya mengontrol, menilai lalu memotivasi diri sendiri, namun adakalanya kesadaran untuk memotivasi diri tidak muncul dalam diri seseorang karena itu diperlukan motivasi eksternal yang bisa berasal dari keluarga, teman, guru dan lainnya.


Ada dua sumber motivasi yang selalu harus tumbuh dalam setiap diri individu yaitu:
     1.    Motivasi internal.
Yaitu motivasi dari dalam diri, dari perasaan dan pikiran sendiri yang tidak perlu adanya rangsangan dari luar, orang yang memiliki motivasi internal akan memandang dirinya secara positif.
     2.    Motivasi eksternal.
Yaitu motivasi dari luar atau mendapatkan rangsangan dari luar. Sebagai contoh, seorang anak mendapat dukungan dari orang tuanya atau gurunya maka ia akan termotivasi untuk mendapatkan hasil yang baik karena pengaruh lingkungannya.
Kedua motivasi ini akan terlihat baik jika keduanya dikombinasikan dan tumbuh dalam sertiap individu. Namun dari kedua motivasi ini maka motivasi internal-lah yang harus ada, karena motivasi yang datang dari dalam diri sendiri akan membuat seseorang lebih semangat dan terdorong untuk berusaha mencapai tujuannya
E.       Fungsi Motivasi dalam Organisasi  
            Dalam ilmu organisasi, motivasi adalah hal yang selalu dibicarakan. Seorang pimpinan organisasi harus memberikan motivasi kepada anggotanya dengan hal-hal tertentu jika ingin organisasinya menghasilkan sesuatu yang menjadi harapannya. Sebelum pengembangan organisasi dilakukan, motivasi harus terlebih dahulu dilaksanakan oleh pimpinan, karena pimpinan tidak dapat mengarahkan para anggotanya kecuali jika mereka dimotivasi untuk bersedia mengikutinya. Dengan motivasi yang baik dari pimpinannya membuat para anggota organisasi akan merasa senang dan bersemangat dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan organisasi sehingga mengakibatkan perkembangan dan pertumbuhan yang baik pada organisasi yang dipegang oleh pimpinan tersebut.
            Namun motivasi bukan hanya dilaksanakan oleh pimpinan saja akan tetapi juga dari diri pribadi seseorang yang mendorong keinginan untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai tujuan yang diharapkan. Adapun fungsi motivasi adalah meningkatkan efektifitas pimpinan dalam memotivasi, mempengaruhi, menggerakkan dan berkomunikasi dengan anggota-anggotanya sehingga menjadikan mereka bersemangat dalam menjalankan pekerjaan-pekerjaannya untuk mencapai tujuan bersama.

0 comments:

Post a Comment