Banggle, 28 Agustus 2017. Apapun usahanya, asalkan sabar dan benar-benar ditekuni dipastikan
membuahkan hasil yang baik. Seperti budidaya jamur tiram putih yang dibangun Ahmad
Ubaidillah, 26, warga Dukuh Pakel Desa Banggle Kecamatan Kanigoro
Meski jatuh bangun, beberapa kali gagal melakukan budidaya jamur tiram putih, namun dia tidak menyerah. Berkat keuletannya usaha jamur hasil budidaya Ubaid kini telah membuahkan hasil.
Meski jatuh bangun, beberapa kali gagal melakukan budidaya jamur tiram putih, namun dia tidak menyerah. Berkat keuletannya usaha jamur hasil budidaya Ubaid kini telah membuahkan hasil.
Awalnya pemuda lulusan Madrasah Aliyah ini ikut bekerja di tempat budidaya jamur
milik salah satu juragan jamu. Namun, saat ikut bekerja membudidayakan jamur di
juraganna, dia sudah berlatih membudidayakan jamur di rumah.
"Jadi saat saya masih ikut bantu budidaya jamur milik juragan, sudah mulai budidaya sendiri di rumah. Awal saya mulai budidaya sekitar tahun 2015," tuturnya.
"Jadi saat saya masih ikut bantu budidaya jamur milik juragan, sudah mulai budidaya sendiri di rumah. Awal saya mulai budidaya sekitar tahun 2015," tuturnya.
Dia mengaku membutuhkan modal awal budidaya jamur tiram putih itu
sekitar Rp2 juta. “Modal itu juga termasuk membuat rak-rak bambu untuk
menempatkan blaglog (media tanam) yang sudah ada bibitnya," ujar Ubaid. "Pernah
700 baglog gagal semua. Kemudian pernah gagal lagi sekitar 800 baglog karena
keliru bibitnya. Tapi, Alhamdulillah sekarang sudah 3500 baglog yang bisa dipanen
setiap hari," terangnya.
Yang harus hati-hati, lanjut dia, adalah pemasangan bibit pada
media tanam. Sebab, kondisi tangan, alat dan lingkungan sekitar harus
benar-benar steril."Jadi saat mau menanam bibit ke media tanam, tangan
harus dicuci pakai alkohol atau spirtus, begitu juga stiknya. Lokasi juga harus
steril. Setelah media yang berada pada baglog, berwarna keputihan. Berarti
bibit jamur tersebut berhasil. "Sporanya turun sekitar 40 hari setelah
bibit ditanam. Setelah itu tinggal ditaruh ke ruang untuk budidayanya. Nanti
tunggu seminggu berbuah, dan seminggu kemudian bisa panen," tuturnya.
"Setiap hari rata-rata bisa panen 8 kg. Panen tidak pasti 8
kg. Biasanya antara 7 kg-12 kg. Karena jamur tiram ini sangat tergantung musi,
jadinya ya tidak tentu panennya, kalau musim hujan bisa panen banyak.”Setiap kilogram jamur tiram
tersebut dihargai pengepul Rp10.000-Rp12.000. Sehingga, setiap bulan dia bisa
mendapat Rp 2jutaan.
Menurutnya, hampir tidak ada kendala dalam budidaya jamur tersebut.
Hanya saja, saat kemarau dia harus rajin menyiram lantai ruang tempat
budidayanya. Sementara perawatan rutin dilakukan sekitar empat bulan sekali.
Hal itu dilakukan untuk mengganti baglog yang sudah tidak produktif.
"Diganti yang baru. Ayin






0 comments:
Post a Comment